Teologi Asia Pentakosta Ketiga: Dari Yerusalem ke Azusa lalu Indonesia

Pentakostalisme adalah salah satu fenomena keagamaan paling dinamis dalam sejarah modern. Dari sebuah kebangunan kecil di awal abad ke-20, gerakan ini berkembang menjadi arus besar kekristenan global yang menjangkau ratusan juta orang di berbagai benua. Buku ini mengajak pembaca menelusuri perjalanan teologi Pentakosta secara utuh, mulai dari akar historisnya dalam tradisi Wesleyan dan Gerakan Kekudusan, peristiwa monumental di Topeka dan Azusa Street, hingga perkembangan mutakhirnya di Asia dan Global South. Dengan pendekatan teologis, historis, dan sosiologis, pembaca diperkenalkan pada bagaimana Pentakostalisme membentuk cara baru untuk memahami gereja, ibadah, misi, dan karya Roh Kudus di tengah dunia modern. Pembahasan mengenai “Injil Penuh”, baptisan Roh Kudus, glosolalia, kesembuhan ilahi, serta spiritualitas yang berpusat pada pengalaman langsung dengan Allah disajikan secara mendalam namun tetap komunikatif. Buku ini juga memperlihatkan bagaimana Pentakostalisme menjadi respons terhadap sekularisme modern yang cenderung rasionalistik dan spiritualnya terasa kering. Di tengah dunia yang semakin kompleks, gerakan ini menghadirkan kembali dimensi supranatural, pengharapan eskatologis, dan keyakinan bahwa Roh Kudus masih bekerja secara nyata dalam kehidupan manusia. Dengan memadukan pemikiran tokoh-tokoh seperti Wolfgang Vondey, Amos Yong, Simon Chan, Frank Macchia, hingga William J. Seymour, buku ini tidak hanya menjadi pengantar akademik mengenai teologi Pentakosta, tetapi juga refleksi kritis tentang transformasi gereja global pada abad ke-21. Pembaca diajak untuk melihat bahwa Pentakostalisme bukan sekadar fenomena emosional atau liturgi yang ekspresif, melainkan sebuah gerakan teologis yang memiliki kontribusi besar bagi perkembangan kekristenan kontemporer, khususnya dalam membangun spiritualitas yang hidup, partisipatif, dan relevan bagi masyarakat dunia.

Group-73.png

Sonny Zaluchu

Prof. Dr. Sonny Eli Zaluchu, M.Th., DSA. adalah seorang teolog, sosiolog agama, dan penulis asal Nias yang dikenal luas atas kontribusinya di bidang teologi biblika, kepemimpinan gerejawi, dan transformasi praktik keagamaan di era digital. Ia meraih gelar Doktor Teologi dari STT Baptis Indonesia serta Doktor Sosiologi Agama dari UKSW Salatiga. Aktif mengajar dan menulis, Prof. Sonny telah menerbitkan berbagai buku dan artikel ilmiah yang menjadi rujukan penting di kalangan akademisi Kristen.